Home > Uncategorized > Hasil Polling Calon Ketua Umum PP PPNI, 2010 – 2015

Hasil Polling Calon Ketua Umum PP PPNI, 2010 – 2015

Musyawarah Nasional VIII ( MUNAS VIII) PPNI di Balikpapan 27 – 30 Mei 2010 sudah diambang pintu, lalu siapakah yang akan terpilih meneruskan perjuangan Keperawatan Indonesia untuk mengangkat citra keperawatan periode 2010 – 2015.

Nama – nama  yang ditampilkan di Polling ini diangkat berdasarkan isu yang berkembang di kalangan dunia keperawatan di Indonesia, siapakah yang akan anda pilih ? atau mungkin ada calon lain yang menurut saudara pantas untuk menduduki jabatan sebagai ketua Umum PPNI periode 2010 – 2015. SAATNYA KEPERAWATAN INDONESIA “MEMILIH”  silahkan lakukan “VOTING.!!

Polling ini diikuti oleh 96 responden, Program Polling yang dipublikasikan oleh blog tabloid ners ditutup dengan hasilpolling tertinggi diraih oleh Harif Fadillah, SKp., SH (42.7%), Prayetni, SKp.,M.Kep,. (37.5%), Dewi Irawati, PhD, (11.5%) dan lain-lain (8.3%). Hasil ini hanya merupakan refleksi dari komunitas perawat namun belum tentu dan terbukti hasil pemungutan suara di Munas ternyata yang maju dalam pencalonan adalah Ibu Dewi dan Ibu Prayetni dengan hasil kemenangan Ibu Dewi Irawat, PhD.

SELAMAT KEPADA

IBU DEWI IRAWATI, PhD

TERPILIH SEBAGAI KETUA UMUM PPNI PERIODE 2010 – 2015

Categories: Uncategorized
  1. Indah
    May 3, 2010 at 3:30 pm

    Ulas profil masing-masing kandidat dong, biar qta lebih mengelan beliau – beliau. Makasih

    • Hajjul kamil
      May 27, 2010 at 1:43 pm

      Ingat…hampir semua pengurus PPNI di pusat dan daerah bukan pekerjaan utamanya tetapi lebih kepada kepedulian kepada profesi, Imdonesia beda dengan negara lain di mana orang2 yang mengurus organisasi keperawatan adalah sebagai pekerjaan utamanya sampai dengan pensiun, sedangkan di Indonesia mengurus PPNI adalah kerja sampingan setelah pekerjaan utama sebagai PNS atau Karyawan Swasta. Jadi..pilihlah ketua umum PP PPNI pada Munas 2010 ini adalah sosok yang memiliki waktu dan pikiran untuk mengurus organisasi serta memiliki kedekatan/kemesraan dengan birokrasi khususnya “user dan pembuat kebijakan kesehatan di negeri ini”….karena ini Indonesia Bung….kalo tidak “anjing menggonggong kafilah berlalu” Undang2 Keperawatan Tinggal Impian….! Sukses Munas PPNI 2010…..

  2. lia
    May 6, 2010 at 12:47 am

    boleh di infokan kembali bagaimana perjuangan mereka di keperawatan

  3. Novi Ners
    May 7, 2010 at 9:38 am

    JANGAN ADA MISRAN YANG BARU….ITU KUNCI PEMIMPIN ORGANISASI PP PPNI KEDEPAN …!!!
    Sukses Untuk anak muda yang sudah buat Polling Calon Ketua Umum PP PPNI 2010 – 2015 ,yang penting para kandidat dapat melindungi profesi mulia ini ,dapat menyatukan seluruh tenaga keperawatan agar profesi ini dapat sejajar dengan mitra kerja kita,Satu bukti ,Sahabat Profesi kita Misran, Pahlawan Kesehatan Yang Dikriminalisasi UU Kesehatan. Adalah kisah nyata seorang perawat yang bekerja mulia, memperjuangkan tingkat kesehatan masyarakat (kecil) di pedalaman yang ternyata harus menelan pahit hasil kerja kerasnya yang dibayar oleh pidana ,kini sahabat profesi kita berada dibalik jeruji besi,Ayo…dukungan apa yang dapat diberikan para kandidat PP PPNI kedepan , Agar jangan ada misran – misran berikut nya kilah seorang perawat yang tidak lagi di pelayanan keperawatan itu , tapi dia amat bersedih merasakan duka Misran sang pahlawan profesi dari desa terpencil ini ,Alhamdulillah Kemarin diGedung Mahkamah Konsitusi di Jl Merdeka Barat no 6 Jakarta Pusat ,Hadir diruang Sidang Pleno Lantai 2 PP PPNI Prof Achir Yani ,D.N.Sc, beliau memberikan keterangan dan dukungan atas kasus Sahabat kita Misran, didampingi Harif Fadillah Skp.SH dan Edy Sukamto Pengurus PPNI Kutai.
    Wanita cantik yang slalu tersenyum manis ini mengatakan “Pasal 108 UU N0 36/2009 Tentang Kesehatan ( Melarang memberi,menyimpan obat dll) kontradiksi dengan UUD RI 1945 Pasal 28 (Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan kesehatan)Perawat sebagai
    pelaksana di lapangan menjadi korban ketika harus melayani masyarakat di daerah terpencil,perbatasan dan pulau terluar yang ironisnya tidak ada Dokter,Apoteker,Apotik sehingga Perawat harus menyediakan dan memberikan obat.Jika memang kata beliau dengan bersemangat Perawat tidak boleh memberi dan menyimpan obat maka Kementerian Kesehatan RI harus menarik SOP yang mengharuskan Perawat melakukan tugas Dokter,kalau boleh mengucapkan kebanggaan pada Profesi mulia ini …sudah pantaslah dibayar mahal dan terlindungi ,karena profesi perawat juga adalah Aset Utama dari setiap sentuhan jemari tangannya ,Kata Kunci yang tidak bisa ditawar lagi ” UU Keperawatan ” harus segera di sahkan oleh Pemerintah,nah …akhirnya para kandidat ketua umum PP PPNI kedepan , sejauh mana perjuangan
    Sahabat Profesi mengkawal Nafas Profesi ini jadi Hidup Bebas di lindungi UU Keperawatan, Selamat Berjuang sahabat profesi dan masyarakat menunggu perubahan dengan kaderisasi anak muda yang berkarya dan memiliki inovasi mampu menembus waktu mengarungi Era baru Era Komunikasi.Love Ners

  4. May 8, 2010 at 3:29 am

    Kami serahkan nasib teman” perawat ke Pemimpin PPNI ke depan, agar jangan terulang lagi kasus” misran kedepan,…

  5. erwin
    May 9, 2010 at 1:04 am

    ingat para keperewatan jangan nantinya klo udah pemimpin lupa akan tugas utama yakni perjuangkan undang2 keperawatan serta nasib perawat yang selalu dipandang sebelah mata dari profesi lain

  6. Mochlis ners
    May 9, 2010 at 2:19 am

    Salam profesi..
    Salam semangat buat dunia keperawatan kita..
    Semoga yang TERPILIH nantiny dapt menampung , menyerap dan mengaplikasikan aspirasi 2 postif berkembang dalam profesi kita..
    Keperawatan adalah profesi yg mulia yg berguna untuk kemaslatan hidup orang terutama mereka yg dalam keadaan sakit..
    Maka sepastas ny bgi mereka yg akan tepilih dan nantiny menduduki kursi panas sbg KETUA UMUM PPNI RI, dapt menghasilkan kebijakan 2 yg tepat dan bijak.. Bgi kita sesama teman sejawat.. Dan bgi masy . Indonesia pada umumnya.
    Saat ny dunia profesi keperawatan kita untuk bngkit dan lbh baik lg..dr sebelumnya.
    HIDUP KEPERAWATAN INDONESIA..
    Jayalah engkau PPNI RI..

  7. Jajat Sudrajat
    May 10, 2010 at 2:15 am

    Pilih ketua yang pro anggota.. tidak terperangkap dalam ambisi pribadinya… tidak perlu profesor atau doktor…. DIIIjuga ga masalah jika mengerti cara memperjuangkan kesejahteraan dan profesionalitas perawat indonesia…. jangan sampe kebijakan organisasi profesi justeru menenggelamkan anggotanya… BRAVO PERAWAT INDONESIA !!!

  8. May 10, 2010 at 10:47 pm

    adakah kandidat yang lain, masih kurang tuh…

  9. May 10, 2010 at 10:49 pm

    Buat kandidat bagusnya visi misinya di posting di blog ini, termasuk program kerja 100 hari pertama….selamat bertarung…

  10. Hengki H. Womsiwor
    May 11, 2010 at 4:41 pm

    Untuk Kandidat Calon ketua terpilih periode 2010-2015, semuanya bagus, cuman saya ingin kalo Prof Yani maju lagi, biar bertanggung jawab sampe UUK di sahkan pemerintah RI, kalo tugas ini zdh selesai maka Prof Yani boleh istirahat…!!! itu kan usulan saya dari Papua, tp kalo teman2 yg lain??? silahkan..!!

  11. rodjudi
    May 13, 2010 at 10:57 am

    Kandidat bacalketum insyaallah sudah bagus, hanya menurut saya di forum diskusi ini masing-masing calon sudah mengenalkan visi, misinya, dan terutama strateginya menuju PPNI lebih baik. Prof Yani gak perlu maju lagi, karena telah 2 periode kepengurusan, yang penting kepengurusan baru nanti harus lebih baik dari yang sekarang. Nah Prof Yani tentu mempunyai kewajiban untuk bersama-sama memperjuangkan UU Keperawatan bisa segera disahkan bersama pengurus yang baru nantinya. Jaya PPNI, Jaya kita semua. Selamat ketemu di pagelaran akbar 5 tahunan di Balikpapan Kalimantan Timur

  12. marthen
    May 16, 2010 at 1:21 am

    Salam se profesi,
    Bercermin pada buku 8 habits, hendaknya ketua terpilih mencontohi perilaku cacing yg melihat mencari makanannya yg ada di dpn matanya menciumnya, memutuskan apa bisa dimakan atau tdk, baru kemdn dimakannya. Tdk mencontoh perilaku burung elang yg dari tempat jauh di ketinggian melihat, memilih milih makanannya, baru terjun mentergapnya dgn sadis. Pemimpin baru terpilih harus bisa turun, mendekati, mencium, merangkul seluruh anggotanya, bertanya apa yg dibutuhkan, menjawabnya dgn aksi nyata.
    Siapapun yg terpilih, jadilah ” cacing ” bagi perawat Indonesia dan generasi perawat Indonesia.
    Salut buat pengurus PPNI Pusat saat ini, dan semoga pengurus baru yg nantinya terpilih akan senantiasa mengedepankan ” kepentingan organisasi profesi ”
    Sampai jumpa di Munas PPNI di Balikpapan.
    Salam hormat,
    Marthen Sege, SKep.Ns
    Sek PPNI Kota Jayapura

  13. nellyharyanti,S.Kep.Ners
    May 17, 2010 at 5:00 am

    Salam semangat!!
    PPNI organisasi yang kita banggakan ini yakinlah sesat lagi akan tumbuh menjadi profesi mandiri,berkarakter,berwibawa dan mensejahterakan semua anggotanya.perubahan tidak bisa datang hanya dari sang ketua atau beberapa gelintir org yg meminpin saja (top down) walaupun harapan itu bisa sah2 saja dilontarkan tapi harus botton up kita tumbuhkan dari masing2 anggota yang dapat mereformasi diri(iptek,sikap,rasa bangga dgn profesi perawat dan segera bersatu) sehingga muncul kepercayaan diri untuk segera mendesak perwakilan rakyat/pemerintah melalui ppni dan mitra profesi kesehatan lainnya segera mensahkan UU Keperawatan/ hapus saja profesi keperawatan di indonesia diganti dgn profesi kedukunan.
    mengenai siapa calon ketua PPNI 5 Tahun Mendatang
    mari kita dukung yang mau mengabdikan dirinya LILLAHITA’LA untuk memperjuangkan kokohnya profesi keperawatan di indonesia dan Dunia pada masa2 mendatang.
    dlm kesempatan ini saya mohon kpd PPNI pusat untuk memantau dan instruksikan untuk mengaktifkan kembali peran PPNI didaerah yang mampu mengkoordinasikan seluruh perawat2 didaerah.krn terusterang kita anggota ppni sum-sel kurang merasakan mamfaat ppni dalam hal membangun kebersamaan untuk mencapai tujuan mulia profesi keperawatan
    JAYALAH KEPERAWATAN INDONESIA

  14. estefina makausi
    May 26, 2010 at 3:52 am

    salam perawat
    kami sangat mengharapkan bahwa keperawatan dimasa mendatang akan semakin maju dengan pimpinan yang baru serta strategi yang baru untuk membawa keperawatan kearah kemajuan dan yang penting perawat tidak lagi dipandang sebelah mata oleh profesi lain . Kami yakin dengan pemimpin yang visioner akan mampu mengawal tenaga keperawatan menjadi bagian dari tatanan kesehatan dengan hak yang sama dengan profesi lain. siapapun yang akan terpilih sebagai ketua kami semua mendukung yang penting komunikasi PP sampai ke kabupaten/kota dan sebaliknya baik dengan ditunjang oleh teknologi yang semakin maju saat ini. akirnya selamat berjuang keperawatan, kita bergandengan tangan kita pasti menang.

  15. Masdum Ibrahim
    May 26, 2010 at 6:21 am

    Hidup perawat Indonesia,
    Siapapun ketua Umum PP PPNI nanti mudah-mudahan bisa mengawal Undang-Undang Keperawatan sampai dengan di syahkan, Amien.

  16. Sukisto
    May 27, 2010 at 6:13 am

    Sukses selalu dech,,, perawat Indonesia,,,siapapun ketuanya mau memikirkan nasib perawat.. jangan mikir organisasi lain,,,

  17. Fahmi Sya`bani
    May 28, 2010 at 3:41 am

    Siapapun kelak yang menjadi pemimpin, pastilah mengemban amanah…
    Dan siapapun pemimpinnya harus benar-benar memperjuangkan bagi kemajuan keperawatan.

  18. Muhammad Faddel
    May 28, 2010 at 3:41 am

    Kami adalah mahasiswa keperawatan yang telah memilih profesi keperawatan dengan keyakinan dan kebanggaan terhadap apa yang telah kita pilih, kami terus berjuang untuk kemajuan profesi.

  19. Indra S.kp, Ns., MPH
    May 28, 2010 at 3:48 am

    Siapapun kelak yang menjadi pemimpin, pastilah mengemban amanah…
    Dan siapapun pemimpinnya harus benar-benar memperjuangkan bagi kemajuan keperawatan.
    jadi:
    pemimpin itu harus:
    1. Memiliki akses yang mudah dg pemerintahan dan orang kesehatan luar negri
    2. Rajin melakukan pembicaraan ke daerah

  20. Agus suriansyah
    May 28, 2010 at 4:18 am

    yah,, saya masih mahasiswa…
    saya jg belum mngenal btul masing2 profile sdari kandidat..
    saran saya,, siapapun yg mnjadi pemimpin,, haruslah menjadi pemimpin yg amanah…
    ok…

  21. Yunus Sihombing
    May 28, 2010 at 4:19 am

    siapapun pemimpinnya, apapun visi misinya, satu yang pasti itu semua untuk kita semua, PERAWAT INDONESIA.

  22. muhlis
    May 29, 2010 at 5:30 am

    seharusnya setiap kandidat memproklamirkan diri masing masing, dengan profile sera visi dena misi, namun dibalik perhelatan akbar perawat tentang siapa yang layak mengwal perawat sebagai nahkoda dalam mengarungi kehidupan profesi, bukan sebuah permasalahan , karena perawat memang bukanlah sebagai profesi menunjjukan ajang kemewahan seperti citra profesi lain, karena perawat adalah citra profesi yang menyangkut nurani dan akrab dengan wong cilik, dengan demikian, teruslah berjuang untuk mengabdikan diri demi perhelatan akbar dikelak nanti,
    hidup perawat,

  23. Sukrang
    May 29, 2010 at 5:43 am

    UU Keperawatan Harga mati, jadi ketua yang terpili harus berani berbuat untuk mendorong pengesahannya tahun ini….

  24. arpan
    May 29, 2010 at 5:48 am

    UU Keperawatan Harga mati, jadi ketua yang terpili harus berani berbuat untuk mendorong pengesahannya tahun ini….

  25. arpan
    May 29, 2010 at 5:50 am

    UU Keperawatan harus diperjuangkan semua element yang ada di PPNI

  26. arpan
    May 29, 2010 at 5:53 am

    perjuangkan perawat melalui organisasi PPNI mulaidari komisariat sampai level pusAT

  27. Edy Sunarko, SKM., MKM ( ketua PPNI Lampung Tengah)
    May 29, 2010 at 6:16 am

    PPNI sejauh ini sudah cukup baik mengawal dan membawa perubahan dalam pengembangan dunia pendidikan bidang keperawatan, saat ini dan mendatang yang diperlukan adalah perbaikan dalam dunia pelayanan praktik keperawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan sistem kesehatan yang ada di Indonesia (lebih fokus pada pelayanan community dari pada di rumah sakit). Untuk itu perlu saat ini dibutuhkan ketua PPNI yang memiliki komitmen tinggi dan mampu menterjemahkan kebutuhan tersebut, mampu mengadvocasi kebutuhan tersebut dan menjadi mitra yang baik (Kemenkes) dalam mewujudkan keijakan-kebijakan pelayanan kesehatan di Indonesia.

  28. Oktarizal
    May 29, 2010 at 6:37 am

    selamat jalan prof yani,kami berterima kasih atas dukungan nya selama ini.ppni kedepan harus lebih baik lagi

  29. Oktarizal
    May 29, 2010 at 6:42 am

    aq mau cetng ama s pa aza, itu gara2 ibu nopi yg pintr nyerewety gua, buat yg laen mat kenal

  30. Novi Ners
    May 29, 2010 at 8:22 am

    Selamat dan Sukses untuk Panitia Pelaksana Munas PPNI ke ke VIII di Balik Papan Kalimantan Timur.Luar Biasa Tamunya banyak …lho,Kalimantan Timur selama 3 hari memarah dengan busana profesi keperawatan. Luar Biasa.

  31. syamsul arifin,amk
    May 29, 2010 at 11:57 am

    asw. selamat dan sukses atas terselenggaranya Munas VIII PPNI Balik Papan, 2010
    namun sangat disayangkan bebarapa acara tidak dapat kami nikmati secara keseluruhannya, misalnya city tour tidak bisa diselenggarakan dikarenakan padatnya waktu pleno 1,2,3,4 dst. tapi kami puas dengan penyelenggaraan yg sukses ini tapi akan lebih puas lagi kalo panitia bisa mengembalikan biaya tour keseluruh peserta, hitung2 buat nambah ongkoslah… hee..hee..gimana panitia ihklas aja kan bantu kita perjalanan ini.. selamat PPNI Kaltim sukses selalu… wssl

  32. Muhardi, Amd.Kep. S.AP
    May 31, 2010 at 4:18 pm

    Ass.WW.Selamat atas suksesnya pelaksanaan MUNAS VIII PPNI di Balik Papan,terima kasih kepada panitia yang telah memberikan pelayanan yg memuaskan.

  33. Muhardi, Amd.Kep. S.AP ( Ketua PPNI Kab.Sambas Kal-bar )
    May 31, 2010 at 4:28 pm

    Terima kasih kepada Prof.Yani yang telah banyak memberikan pengorbanan demi kemajuan profesi keperawatan. Kepada pengurus baru target kita adalah UUK, lakukan perjuangan tanpa henti sampai UUK disahkan. Kami akan terus mendukung aksi-aksi yg akan dilakukan oleh pengurus pusat PPNI. Hidup PPNI…. tetaplah eksis dimana saja….

  34. hariyono setyowidodo (ka PPNI Kab Ponorogo)
    September 23, 2010 at 7:34 am

    PPNI ke depan supaya lebih punya komitmen dlam mengatasi permaslahan jumlah pendidikan perawat yang menjamur bak di musim semi dan tidak semi yang tidak peduli tentang kwalitas perawat, tetapi lebih berpikir menerima jumlah perawat sebanyak-banyaknya seperti layaknya penerimaan mahasiswa pada umumnya.
    Seharusnya ini menjadi pokok bahasan yang prioritas untuk pengurus PPNI Pusat bagaimana menyikapi hal tersebut, kalau kita ingin menjadi perawat profesional dan kompeten. Hal yang sungguh memprihatinkan….
    Dimana peran organisasi profesi terhadap kondisi seperti ini,
    PPNI di Kabupaten hanya bisa menyaksikan dan …. prihatin
    Mari kita mulai mengatur keprofesian ini, supaya menjadi tenaga perawat yang dihormati profesi lain, karena mempunyai cara-cara profesional untuk mengurus profesinya.
    Bagaiaman membuat komitmen dekan dan direktur pendidikan untuk menghasilkan perawat dari institusinya tidak “ngisin-ngisini”.
    Penataan yang menyeluruh dan konsisten adalah kuncinya
    Tetaplah jaya PPNI-ku

  35. hariyono setyowidodo (ka PPNI Kab Ponorogo)
    September 23, 2010 at 7:38 am

    PPNI ke depan supaya lebih punya komitmen dlam mengatasi permaslahan jumlah pendidikan perawat yang menjamur bak di musim semi dan …. musim tidak semi yang tidak peduli tentang kwalitas perawat, tetapi lebih berpikir menerima jumlah perawat sebanyak-banyaknya seperti layaknya penerimaan mahasiswa pada umumnya.
    Seharusnya ini menjadi pokok bahasan yang prioritas untuk pengurus PPNI Pusat bagaimana menyikapi hal tersebut, kalau kita ingin menjadi perawat profesional dan kompeten. Hal yang sungguh memprihatinkan….
    Dimana peran organisasi profesi terhadap kondisi seperti ini,
    PPNI di Kabupaten hanya bisa menyaksikan dan …. prihatin
    Mari kita mulai mengatur keprofesian ini, supaya menjadi tenaga perawat yang dihormati profesi lain, karena mempunyai cara-cara profesional untuk mengurus profesinya.
    Bagaimana membuat komitmen dekan dan direktur pendidikan untuk menghasilkan perawat dari institusinya tidak “ngisin-ngisini”.
    Penataan yang menyeluruh dan konsisten adalah kuncinya
    Tetaplah jaya PPNI-ku

  36. bill
    September 26, 2011 at 10:06 am

    mari kita perjuangkan peran dan fungsi profesi perawat menjadi PROFESIONAL yang sesungguhnya. Profesi perawat bukan MULTIFUNGSIONAL. Seperti, maaf. Babunya orang sakit dan rumah sakit. we are profesional.Buka matamu dan telingamu sampai saat ini profesi kita masih tetap terjajah dan terbelenggu oleh bahasa PENGABDIAN dan PENGABDIAN. Dan kita jadi tidak punya “BARGAINING”. Buka matamu dan telingamu,sadarkah kita bahwa perawat adalah “KEKUATAN DIDALAM KEKUATAN”. Have a nice sleep PPNI. where are you?? Selamat datang UU kesehatan.

  37. October 27, 2011 at 5:28 pm

    mohon bantuannya teman2ku sejawat ada teman kami perawat yg sekarang berada dlm proses hukum .berawal dari acara baksos dan berakhir di kantor polisi.niat utk menolong tpi apa daya kami perawat yg bertugas diperbatasan hanya bisa mengelus dada… Manakah payung hukum yg kita inginkan? Apakah kami yg diperbatasan itu tidak bisa menikmati sebuah KEADILAN… ???

    • December 11, 2011 at 9:17 am

      Mohon agar mengirimkan alamat lengkap domisili saudara dan wilayah mana, provinsi mana, siapa nama-nama perawat yang diproses, diaman saudara bekerja, status saudara apa, apakah saudara anggota PPNI, saudara melakukan baksos apa saja kegiatanya, yang bertanggung jawab siapa, apakah ada perizinan ?

      Agar kami dapat melakukan koordinasi dan advokasi yang benar dan kami sampaikan kepada pihak pengurus PP-PPNI

  1. May 16, 2010 at 3:00 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: