Home > Uncategorized > Pelaksanaan Uji Kompetensi Nasional Perawat di Propinsi DKI Jakarta Berjalan Lancar

Pelaksanaan Uji Kompetensi Nasional Perawat di Propinsi DKI Jakarta Berjalan Lancar

Jakarta – Akhirnya pelaksanaan Uji Kompetensi Nasional Perawat di wilayah DKI Jakarta tahap pertama bertempat di Gedung Diklat Propinsi DKI Jakarta berjalan dengan baik dan lancar tanpa ditemukan pelanggaran, pelaksanaan Uji Kompetensi Nasional tahap pertama ini dibuka oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang dihadiri oleh Ketua PPNI Propinsi DKI Jakarta ibu Prayetni, SKp.,M.Kep dan Ketua KNUKP ibu Herawani, SKp.,M.Kep.,M.Kes. Bapak Didin Syaefudin, SKp.,MARS  selaku koordinator pelaksanaan uji kompetensi mengatakan bahwa pada tahap pertama ini masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki kedepan agar peserta yang mengikuti ujian merasa nyaman dalam menjalankan ujian, tentunya kesiapan panitia penyelenggaraan kedepan harus ditingkatkan lagi, pada uji tahap pertama ini kita jadikan tolak ukur dalam penyelenggaraan tahap berikutnya.

Pada penyelenggaraan uji kompetensi tahap pertama dari kuota yang ditentukan 600 ternyata karena banyaknya perawat yang ingin mengikuti ujian akhirnya panitia menambah sedikit kuota yang ada yaitu 625 peserta, dari 625 peserta yang terdaftar hanya 616 peserta yang dapat hadir, sedangkan 9 orang peserta yang tidak dapat hadir karena sakit dan lain-lain, menurut Ibu Edy Rosfiati (salah satu tim KNUKP) bagi peserta yang tidak hadir dapat mengikuti ujian tahap kedua dengan menunjukkan bukti registrasi kepada pihak penyelenggara, namun beliau belum menyebutkan kapan uji tahap kedua akan dilaksanakan.

Pengumuman hasil Uji Kompetensi ini akan dilakukan paling cepat 2 (dua) minggu setelah penyelenggaraan dan paling lambat 1 (satu) bulan setelah penyelenggaraan, metode pengumuman hasil adalah masing-masing peserta akan dikirim surat dalam amplop tertutup langsung ke nama peserta ke alamat dimana Institusi tempat peserta bekerja. Apabila LULUS maka akan menerima bukti lulus dan “sertifikasi kompetensi” dari KNUKP namun bila TIDAK LULUS peserta dapat mengikuti uji kompetensi ulang. Pengulangan Uji Kompetensi hanya dapat dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali dan apabila sebanyak 3 (tiga) kali uji ulang tetap tidak lulus maka perawat yang bersangkutan akan diberikan rekomendasi untuk mengikuti pendidikan dan atau pelatihan, yang ketentuannya akan diatur lebih lanjut ungkap ibu Edy Rosfiati, SKp disela pelaksanaan.

Semoga para peserta perawat yang mengikuti Uji Kompetensi tahap pertama ini BERHASIL semua dan menerima “Sertifikasi Kompetensi” yang nantinya akan dapat digunakan untuk mendapatkan “Surat Tanda Registrasi” dari Dinas Kesehatan, sebagai perwujudan dari Permenkes 148 tahun 2010. Bravo perawat (Ners.2010)

Categories: Uncategorized
  1. irma
    September 10, 2010 at 1:11 am

    kalau di kota medan kapan ya.. mau daftar nih

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: