Sejarah kembali tercatat, dalam masa kepemimpinan Prof. Achiryani, DN.Sc, PPNI mampu melakukan loby secara inten kepada sejumlah pejabat di negeri ini, mulai dari para pejabat yang duduk di jajaran Legislatif hingga ke pejabat pemerintahan (Kementrian Kesehatan), namun apakah Undang-Undang Perawatan akan disyahkan tahun 2010 ini….??? masih menjadi sebuah harapan yang perlu kerja keras yang terkoordinasi antar lini keperawatan dari para pemuda perawat hingga para petinggi keperawatan di negeri ini……..BERSATULAH PERAWAT INDONESIA…..!!!!!.
Musyawarah Nasional ke-8 Persatuan Perawat Nasional Indonesia (MUNAS VIII PPNI) akan berlangsung mulai hari ini, kegiatan ini sudah dibuka oleh Bapak Wakil Presiden Prof. DR. Boediono, M.Ec di istana wakil presiden jala Medan Merdeka Selatan Jakarta pada tanggal 25 Mei 2010 jam 16.00 wib, dalam acara pembukaan Munas VIII PPNI 2010 ini dihadiri pula oleh Ibu Menteri Kesehatan RI Ibu DR. Endang Rahayu Sedyaningsih, DR.PH.
Dalam sambutannya ketua Umum PPNI Prof. Achiryani, DN.Sc, memaparkan tentang peran dan
fungsi serta kedudukan PPNI baik peran Nasional dan Internasional, dalam kesempatan itu juga beliau menyampaikan kondisi dan keberadaan perawat di Indonesia juga di mata dunia, juga disampaikan pentingnya peraturan hukum makro berupa Undang-Undang Keperawatan dapat disyahkan sebagai payung hukum perawat dalam memberikan jaminan kesehatan dan keselamatan kepada masyarakat. Selama penyampaian sambutan ketua umum PPNI bapak Wakil Presiden dan ibu Menteri Kesehatan menyimak dengan seksama.
Setelah penyampaian sambutan dari ketua umum PPNI, dilanjutkan dengan sambutan sekaligus membuka MUNAS VIII PPNI oleh bapak Wakil Presiden Prof.DR. Boediono, M.Ec, dalam sambutannya bapak wakil presiden menyambut baik peran perawat di masyarakat serta kiprahnya di mata dunia. Ada beberapa poin penting yang perlu digarisbawahi dan menjadi pekerjaan rumah Ketua Umum PPNI yang akan terpilih di Munas nanti yaitu bapak wakil presiden menyinggung masalah kesejahteraan perawat yang masih senjang dan menyingung urgensi adanya landasan hukum bagi perawat akan ditindaklanjuti bersama Kementrian Kesehatan (“bapak Boediono berucap sambil memandang ibu Menteri Kesehatan) dalam sambutannya juga disampaikan kondisi kesehatan masyarakat di negeri ini (selengkapnya baca tabloid ners volume 10 yang akan datang), selanjutnya diakhir sambutannya bapak wakil presiden secara resmi membuka MUNAS VIII PPNI 2010 dengan pemukulan gong.
Selanjutnya acara dilanjutkan dengan ramah tamah dengan bapak Wakil Presiden Prof.DR.Boediono, M.Ec dan Ibu DR.Endang Rahayu Sedyaningsih, DR.PH.
Usai acara pembukaan Munas dilakukan konfrensi Pers dengan Ibu Menteri Kesehatan RI Ibu DR. Endang Rahayu Sedyaningsih, DR.PH didampingi oleh Ketua Umum PPNI Prof. Achiryani, DN.Sc dan Sekretaris I PP PPNI bapak Harif Fadillah, SKP., SH. Dalam konferensi pers pertanyaan didominasi oleh wartawan media dari Tabloid Ners saudara Erwin, S.Kep. (selengkapnya baca tabloid Ners volume 10 mendatang)
………..SELAMAT BERMUNAS PPNI………..
-6.203765
106.630216
list komentar